Sejarah Singkat Sekolah

Sejarah Sekolah Advent Permata Ibu Denpasar

Sekolah Advent Permata Ibu berdiri pada 18 Juli 1984 di Jalan Surapati IV No. 6, Denpasar – Bali, di bawah naungan Yayasan Perguruan Advent “Permata Ibu”. Pada awalnya bernama Sekolah Advent Denpasar, peresmiannya dihadiri oleh pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dari pusat dan daerah, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Bali. Peresmian ditandai dengan khotbah oleh Pdt. DR. Bahasa Soemarna, pengguntingan pita oleh Ibu B. Soemarna, serta peresmian papan nama sekolah oleh Pdt. A.J. Dompas. Kehadiran tokoh gereja dan pemerintah menegaskan dukungan kuat terhadap pendidikan Kristen Advent di Bali.

Pada awal berdirinya, sekolah hanya memiliki dua ruang kelas dengan 12 siswa pertama, semuanya anak-anak jemaat Advent, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah pertama, Bapak Raden Yoseph, bersama guru honor Sdr. Henry Malau. Tujuan utamanya sederhana namun mulia, yaitu menjadi sarana pendidikan Kristen yang membentuk manusia seutuhnya — jasmani, pikiran, dan rohani.

Perjalanan sekolah tidak selalu mulus. Pada tahun 1994 jumlah siswa menurun drastis hingga hanya tersisa dua orang, dan sekolah sempat berhenti beroperasi selama dua tahun (1995–1997). Namun, oleh penyertaan Tuhan, pada 15 Juli 1997 sekolah dibuka kembali dengan tujuh siswa, menandai kebangkitan baru bagi Sekolah Advent Permata Ibu.

Tahun-tahun berikutnya membawa perkembangan positif. Pada 1999 dibuka Taman Kanak-kanak (TK) dengan enam siswa, kemudian pada tahun ajaran 2000/2001 sekolah resmi berubah nama menjadi TK dan SD Advent Permata Ibu. Tidak lama kemudian, pada tahun ajaran 2001/2002, dibuka pula jenjang SLTP dengan empat siswa pertama, menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas pelayanan pendidikan.

Kini, setelah lebih dari 37 tahun, Sekolah Advent Permata Ibu tetap teguh pada panggilannya sebagai lembaga pendidikan Kristen Advent. Dengan mengintegrasikan Kurikulum Nasional dan filosofi pendidikan Advent, sekolah ini berkomitmen menghadirkan pendidikan holistik yang menumbuhkan iman, karakter, kecerdasan, serta keterampilan hidup, agar siswa siap menghadapi tantangan zaman sekaligus menjadi berkat bagi masyarakat.